Friday, September 25, 2015

Citra (Image) & Reputasi Perusahaan

Citra adalah gambaran perusahaan yang dipersepsikan oleh konstituennya. Penggambaran citra didukung oleh identitas-identitas yang dimiliki dan diproyeksikan oleh perusahaan.

 

Reputasi adalah sekumpulan citra dan identitas yang dibentuk perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.


Citra (Image)

Downing mendefinisikan citra sebagai “the set of meanings by which an object is known and through which people describe, remember and relate to it. That is it is the net result of the interaction of a person’s beliefs, ideas, feelings and impressions about an object.” Citra merupakan sekumpulan makna dari obyek yang dikenali dan orang-orang dapat menggambarkan, mengingat, dan menghubungkan obyek tersebut. Citra merupakan refleksi dari realitas organisasi bagaimana organisasi dipandang oleh publiknya (Laksana, 2012).

Citra perusahaan yang baik tidak dapat dibeli tapi didapat oleh perusahaan-perusahaan yang memiliki reputasi bagus. Anggoro menyebutkan bahwa umumnya perusahaan dengan reputasi yang baik memiliki enam hal, yaitu:

1. Hubungan baik dengan pemuka masyarakat,

2. Hubungan positif dengan pemerintah setempat,

3. Resiko krisis yang lebih baik,

4. Rasa kebanggan dalam organisasi dan di antara khalayak sasaran,

5. Saling pengertian antara khalayak sasaran baik internal maupun eksternal,

6. Meningkatkan kesetiaan para staff perusahaan (Sagala, 2012).

Citra terdiri dari berbagai macam tipe. Jefkins dikutip dalam Liliweri membagi citra dalam beberapa jenis (Liliweri 2012 dalam Sagala, 2012).

1. Citra cerminan (mirror image). Yakni citra yang diyakini oleh perusahaan yang bersangkutan, terutama para pimpinannya yang tidak percaya apa dan bagaimana kesan orang luar terhadap perusahaan yang dipimpinnya itu tidak selamanya dalam posisi baik. Terjadinya perbedaan antara citra yang diharapkan dengan kenyataan citra di lapangan, justru mencerminkan citra negatifnya yang muncul.

2. Citra kini (current image). Citra merupakan kesan yang baik yang diperoleh dari orang lain tentang perusahaan atau hal lain yang berkaitan dengan produknya.

3. Citra keinginan (wish image). Citra yang diinginkan adalah seperti apa yang diinginkan dan dicapai oleh pihak manajemen terhadap lembaga/perusahaan atau produk yang ditampilkan tersebut lebih dikenal, menyenangkan dan diterima dengan kesan yang selalu positif diberikan oleh publiknya atau masyarakat umum.

4. Citra perusahaan (corporate image). Citra ini berkaitan dengan sosok perusahaan sebagai tujuan utamanya, bagaimana menciptakan citra perusahaan yang positif yang lebih dikenal serta diterima oleh publiknya.

5. Citra serbaneka (multiple image). Citra ini merupakan pelengkap dari citra perusahaan, yaitu bagaimana pihak humas akan menampilkan pengenalan terhadap identitas, atribut logo, brand’s name, seragam, kemudian diidentikkan ke dalam suatu citra serbaneka yang diintegrasikan terhadap citra perusahaan.

6. Citra penampilan (performance image). Citra penampilan ini lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana kinerja atau penampilan diri profesional pada perusahaan bersangkutan, misalnya dalam berbagai kualitas pelayanan dan bagaimana pelaksanaannya.


Reputasi

Menurut Fombrun, reputasi adalah keseluruhan evaluasi dari pencapaian organisasi (Laksana, 2012). Reputasi merupakan sumber daya keunggulan bersaing dimana tanpa persaingan keras reputasi tidak akan jadi masalah (Fombrun dalam Hardjana, 2008). Charles Fombrun menyatakan bahwa reputasi adalah sebuah cara utama seseorang untuk memperoleh informasi mengenai produk yang harus dibeli, ke mana mereka ingin melamar pekerjaan, dan pembelian saham (Argenti dalam Laksana, 2012). Sebuah perusahaan yang memiliki reputasi yang baik akan sangat mudah mendapatkan bibit unggul untuk sumber daya manusia, harga yang kompetitif dari para supplier, dan jumlah sales yang tidak sedikit. Selain itu, reputasi juga memperluas daya tarik perusahaan dan memungkinkan para manajer untuk memberikan harga yang lebih tinggi terhadap produk atau jasa yang ditawarkan (Laksana, 2012).

Reputasi sebuah perusahaan dibentuk oleh beberapa komponen. Argenti dan Forman dalam Laksana (2012) menyebutkan reputasi terdiri atas identitas yang telah terbentuk, citra keseluruhan yang dibentuk publik, dan keselarasan antara identitas perusahaan dengan citra yang dipegang oleh konstituen. Sementara itu, Dowling menambahkan faktor pengalaman dan penilaian terhadap perusahaan juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan (Laksana, 2012).

Untuk mengetahui reputasinya, perusahaan wajib melakukan riset terlebih dahulu. Menurut Laksana (2012), tujuan riset ini adalah untuk mengukur citra dan reputasi dari sudut pandang stakeholder, mengukur citra dan reputasi dari kompetitor, dan indikator dari citra ideal perusahaan.

Riset untuk mengetahui reputasi dapat dilakukan secara kualitatif maupun kuantitatif. Secara kualitatif, reputasi dapat diketahui dari berbagai pandangan stakeholder terhadap perusahaan yang dapat digali secara mendalam melalui introspeksi manajemen, wawancara mendalam dengan individu stakeholder, dan focus group interview dengan kelompok stakeholder terpilih. Sementara itu, riset kuantitatif bertujuan untuk membuat profil dari kontribusi yang diberikan setiap karakteristik yang ada terhadap citra organisasi, mengukur seberapa penting tiap karakteristik bagi setiap orang, dan mengilustrasikan perbedaan karakteristik kompetitor (Dowling dalam Laksana, 2012).

Reputasi yang baik menyumbang banyak manfaat bagi sebuah perusahaan. Hardjana (2008) mengemukakan tiga manfaat strategis dari sebuah reputasi positif perusahaan yang kokoh kuat berkaitan dengan kehangatan hubungan dan komitmen: (a) Dalam persaingan antar produk-produk sejenis dan tingkat kualitas yang mirip, reputasi korporasi memberikan preferensi untuk membangun hubungan bisnis; (b) Bila perusahaan menghadapi situasi kontroversial, reputasi mampu menarik dukungan; dan (c) Di pasar uang, reputasi merupakan “nilai perusahaan” (company’s value).

Reputasi merupakan aset bagi sebuah perusahaan. Layaknya sebuah aset, perusahaan seharusnya mengelola reputasi dengan baik. Ada beberapa strategi Public Relations yang dapat dijadikan acuan dalama melakukan managing reputasi perusahaan, antara lain:


• Objective
PR harus membantu menentukan objective perusahaan. Karena tujuan dari komunikasi yang dilakukan mungkin dapat diterima, namun kemampuan untuk dapat mengidentifikasi suatu masalah bukan hal yang mudah. PR harus dapat mengidentifikasi hal-hal yang ingin dicapai dalam kurun waktu tertentu


• Strategy
Objective yang sudah dirancang dan disiapkan tadi, harus didukung dengan perencanaan yang baik dan matang. Aktivitas tersebut harus terus dilakukan secara berkelanjutan dengan efektif.


• Persepsi
Perusahaan harus membangun persepsi dan itikad baik terhadap publik dan konsumennya. Bagaimana persepsi dibentuk oleh perusahaan dan dimaknai oleh publiknya dapat dilakukan oleh divisi yang langsung berhubungan dengan publik, antara lain divisi PR, marketing, dan sale

• Pesan
Perusahaan harus dapat menyiapkan dan mengemas pesan-pesan yang akan dikomunikasikan dengan publiknya dengan baik. Agar tidak terjadi celah antara persepsi yang diterima oleh publik dengan kenyataan sebenarnya.
 
• Taktik
Taktik atau strategi harus disiapkan dengan menggunakan metode-metode yang relevan dengan hal yang ingin dicapai. Mulai dari perencanaan, implementasi hingga evaluasi terhadap hal-hal yang sudah terencana dan tak terencana.

• Inisiatif
Perusahaan harus memiliki daya insiatif yang tinggi untuk dapat menentukan dan memilih kegiatan-kegiatan apa saja yang bermanfaat untuk dapat membangun reputasi yang baik pada perusahaan.
 
• Kalendar
Penentuan kalendar atau penjadwalan acara-acara yang dilakukan oleh perusahaan, mempengaruhi jadwal kegiatan yang dilakukan oleh divisi PR, oleh karena itu perusahaan harus dapat bekerjasama dengan baik dengan divisi PR dalam melakukan kegiatan-kegiatan komunikasi.

• Perhatian
Perusahaan harus dapat mengetahui isu-isu yang berkembang yang berkaitan dengan reputasi perusahaan tersebut, dan melakukan audit dan analisa terhadap kasus tersebut.

• Kompetisi
Divisi PR harus dapat mengevaluasi efektifitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan dan membandingkannya dengan perusahaan pesaingnya. Dengan mengetahui hal-hal yang dilakukan oleh pesaing, maka PR dapat menentukan dan meningkatkan kegiatan yang dapat membangun reputasi yang berbeda dari saingannya.

• Penilaian
Perusahaan harus dapat memberikan penilaian terhadap program-program yang dilakukan secara keseluruhan, dan memberikan penilaian terhadap efektifitas kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

• Management
Bagaimana perusahaan dapat melihat kemampuan fungsi divisi PR serta memberikan rekomendasi,masukan-masukan, dan saran untuk meningkatkan prestasi.
• Sumber Daya
Perusahaan harus dapat memberikan pengetahuan-pengetahuan dan pendidikan kepada sumber daya manusia untuk memberikan kepuasan terhadap perusahaan, dengan mengadakan acara-acara seperti seminar regional, dan briefing, sehingga dapat mengadakan komunikasi langsung antara perusahaan dengan karyawan.

Setelah membuat strategi-strategi yang akan digunakan dalam proses komunikasi, PR sebagai perwakilan perusahaan dan juru bicara dalam mengomunikasikan pesan-pesan yang berkaitan dengan corporate branding yang harus secara konsisten diinformasikan oleh korporasi yang merefleksikan misi dan visi perusahaan serta membuat program-program PR yang dapat membangun reputasi yang baik suatu perusahaan kepada internal publik dan eksternal publik.


Citra (Image) & Reputasi Wakai

 


Wakai, merek espadrilles yang sedang ngetren di Indonesia, ditulis dalam huruf kanji. Wakai Raifusairu, nama lengkapnya, diambil dari bahasa Jepang yang berarti “gaya hidup muda”.



Sebenarnya, Wakai adalah produk asli Indonesia. Kasut kain tersebut diproduksi PT Metroxx Global, pemegang lisensi produk fashion mancanegara, termasuk Crocs dan Superdry. Tangan Jepang hanya menyentuh sebagian kecil prosesnya. “Sebagian besar desain dibuat desainer Jepang,” kata Hendrick Setioadithyo, Kepala Komunikasi Pemasaran Wakai, seperti ditulis Koran Tempo, akhir pekan lalu. Berbekal sentuhan tangan asing tersebut, mereka pun mencantumkan embel-embel made of Japan, yang sekilas terbaca made in Japan.

Meluncur pertama kali pada 2012, tren penjualan Wakai naik dengan rata-rata 40 persen. Hendrick mengatakan, sepanjang tahun 2014, mereka melego 35 ribu pasang sepatu saban bulan. Wajar jika kita bisa dengan mudah mendapati kasut-kasut centil tersebut di kanan-kiri kita. Mereka telah berekspansi ke Malaysia dan Singapura mulai Juni 2014 lalu.



Produk yang sangat terkenal dari produsen ini adalah Wakai Shoes yang memiliki keunikan dan trendi mengkuti gaya hidup anak muda saat ini. Selain itu juga tersedia produk fashion lainnya seperti kemeja, tas dan beberapa aksesoris seperti jam tangan.


Dilihat dari peningkatan penjualan Wakai, menunjukkan citra positif Wakai sebagai brand asal Indonesia dengan style Jepang membuat banyak anak muda berpikiran bahwa Wakai adalah brand asal Jepang. Segala hal yang ala-ala Jepang yang sangat ngetren bagi anak muda saat ini membuat Wakai dapat diterima dengan baik bagi anak muda dan memiliki reputasi positif sebagai brand yang trendi.
 

Source:
http://www.academia.edu/5809607/Manajemen_Citra_Identitas_dan_Reputasi
http://gaya.tempo.co/read/news/2014/08/11/110598771/wakai-toms-dan-tren-sepatu-kanvas

Tuesday, March 03, 2015

Membuka Tahapan Xpresi BCA Edisi Khusus Valentine

Hari itu cuaca sedang bersahabat, melihat cuaca yang mendukung di bulan yang sering hujan ini saya pun bergegas menghubungi pasangan saya untuk mengajak jalan. Awalnya kami bingung mau kemana, tapi akhirnya Mal Kota Kasablanka yang dipilih untuk menjadi tujuan perjalanan kita hari itu.  

Sampailah kita di Mal Kota Kasablanka, kami pun berkeliling untuk sekadar melihat-lihat atau membelikan suatu barang untuk pasangan saya (mumpung di momen Valentine hehe…). Saat sedang asik berjalan, saya melihat  myBCA, oh iya saya baru ingat bahwa beberapa hari yang lalu saya sempat membaca artikel di situs http://www.bca.co.id/id/about/berita/2015-Jan-26-Edisi-Terbatas-Kartu-Valentine/Xpresi-BCA.jsp yang membahas promo saat membuat rekening Tahapan Xpresi BCA edisi Khusus Valentine (Couple), apa saja? Jadi kita berkesempatan mendapatkan hadiah langsung berupa merchandise couple unik, mulai dari mug, bantal, hingga tote bag dan voucher cinema XXI, oh iya kita juga bisa mendapatkan voucher MAP senilai Rp 50.000,- dengan twitpic kartu kita. 

Wah, aji mumpung nih, apalagi di momen Valentine, saya pun mengajak pasangan saya untuk membuat rekening Tahapan Xpresi BCA edisi Khusus Valentine (Couple). Oh iya kartu-kartu tersebut juga bisa didapatkan di Kantor Cabang BCA atau di gerai myBCA, yang ada di Mal Gandaria City dan Mal Kota Kasablanka, Jakarta, serta Ciputra World dan Grand City, Surabaya. Tapi kalau bukanya di Kantor Cabang selain yang disebutkan sebelumnya, consumer hanya berkesempatan mendapatkan voucher MAP saja.

Saat kami memasuki myBCA dan melihat sekitar ternyata petugasnya sedang istirahat, saat saya melihat jam tangan ternyata jarum jam menunjukkan pukul 12.00, dimana memang waktu istirahat. Okelah saya pikir sambil menunggu petugas myBCA selesai istirahat, saya mengajak pasangan saya untuk mencari makan. Kami akhirnya makan di sebuah restoran Jepang yang berada di lantai UG. Setelah selesai makan, kita tidak langsung ke myBCA namun melanjutkan perjalanan kita berkelana di mall yang lumayan megah (tak semegah mal yang ada di Dubai hehe…).

Setelah puas menjelajahi Mal Kota Kasablanka, kita mendatangi (lagi) myBCA. myBCA yang berada di Mal Kota Kasablanka ternyata baru launching pada tanggal 20 Februari yang lalu. Menurut saya ukuran myBCA di Kota Kasablanka tidak begitu besar, tapi ringkas, karena didesain seminimalis mungkin agar nasabah dapat melakukan keperluan di myBCA dengan ringkas. myBCA menyediakan layanan seperti pembukaan rekening Tahapan Xpresi, pengajuan kartu kredit, pengajuan & penggantian keyBCA, pembelian & top-up kartu Flazz, Halo BCA, layanan e-Banking, cetak buku Tahapan Gold, KlikBCA, pengajuan KPR, KKB & KSM, informasi produk & promo, hingga ATM – baik untuk tarikan, setoran maupun transaksi non-tunai.

Kami menuju meja duty officer-nya  (karena disitu sudah ada petugasnya) dan menanyakan tentang Tahapan Xpresi BCA edisi Valentine. Petugasnya (perempuan) langsung memberikan buku petunjuk kecil tentang Tahapan Xpresi dan menjelaskannya kepada kami. Ada hal yang menarik menurut saya, untuk membuat kartu tersebut kita tak perlu mengantri, karena kita dipersilahkan masuk ke sebuah ruangan (mini) yang dipandu oleh petugas BCA yang berada di tempat lain (bukan dunia lain hehe…) melalui video call pada sebuah mesin berukuran besar.

Di dalam ruangan tersebut terdapat mesin dengan layar besar untuk melakukan video call dan screen touch untuk mengoperasikannya, pada mesin tersebut tersedia semua alat yang di perlukan untuk membuat Tahapan Xpresi seperti scanner untuk document scanner, sign screen dan electric pen, cash in dan camera. Sebelum membuat rekening Tahapan Xpresi edisi Valentine, pastikan siapkan KTP; NPWP (jika ada) atau SIM; Uang cash untuk setoran awal sebesar Rp. 250.000 (Dua Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)/rekening. Setoran awal ini langsung menjadi saldo dan bisa langsung ditarik kembali di ATM; Uang cash untuk biaya administrasi sebesar Rp. 5.000 (Lima Ribu Rupiah)/rekening.

Yang pertama kali dilakukan setelah memasuki ruangan adalah menyentuh opsi pembukaan rekening di screen touch, beberapa saat kemudian kita akan terhubung video call dengan customer service yang akan memandu kita. Selanjutnya, petugas (dalam video call) akan menanyakan nomor rekening BCA sebelumnya (jika sudah punya), lalu kita diminta untuk menscan KTP kita di scanner yang sudah disediakan (bagian kanan mesin). Selanjutnya, petugas menunjukkan formulir pengisian data, dimana data kita sudah ada sebelumnya (jika sudah pernah membuka rekening BCA), kemudian membaca surat pernyataan, tanda tangan menggunakan electric pen, menscan data pendukung seperti NPWP atau SIM. Selanjutnya, petugas menyuruh kita foto formal untuk keperluan database. Setelah itu kita dipersilakan memilih model kartu mana yang ingin dipakai, setelah memilih model kartu kita perlu menunggu beberapa saat untuk akhirnya kartu keluar dari mesin (unik). Setelah kartu didapat maka petugas mengakhiri  proses pembuatan kartu ini. Saat saya melihat jam dan saya pikir ternyata pembuatan rekening Tahapan Xpresi ini berlangsung singkat, kurang lebih 20 menit.

Kita dapat membuat Tahapan Xpresi BCA tanpa ada batasan usia, artinya kita bisa mendaftarkan sepupu, keponakan, kakak, adik, ayah, ibu, kakek, nenek hehe. Oh iya, kebetulan pasangan saya sudah mempunyai KeyBCA, supaya tidak bingung karena mendapat dua KeyBCA, kita bisa menggunakan hanya satu KeyBCA, jadi hanya perlu menambahkan koneksi pada KeyBCA.

Kita pun keluar ruangan untuk bertemu petugas di  meja duty officer, dia mempersilahkan kita untuk memilih salah satu merchandise (pasangan saya memilih bantal) dan 1 buah tiket Cinema XXI/rekening.

Oh iya, kita juga bisa mendapatkan voucher MAP senilai Rp 50.000,-. Caranya, cukup dengan twitpic kartu Xpresi BCA edisi Valentine yang dipunyai dan jangan lupa mention @XpresiBCA, dan mencantumkan tagar #XpresikanCintamu.

Sungguh menarik pengalaman membuka Tahapan Xpresi BCA ini, mulai dari petugas yang ramah dan proses yang mudah, semua sangat menyenangkan.

Wednesday, February 25, 2015

Kadang Kamu Gak Sadar Kalau Orang Jualan Mengalami Beberapa Hal Berikut Ini

Pernah nggak sih di antara kamu ada yang kepikiran untuk berhenti dari pekerjaan kamu selama ini sebagai karyawan terus pengen berwirausaha gitu? Kemungkinan sih niatan kamu untuk berwirausaha itu disebabkan karena kamu ingin punya kebebasan secara finansial. Jadi si bos nggak bisa bentak-bentak kamu seenaknya dia sendiri. Tapi nih ya sebelum kamu meneruskan niatan kamu, ada baiknya kamu simak deh artikel kali ini tentang suka duka orang berjualan.

 

Hutang

Kalau kamu sudah memutuskan pengen berdagang sendiri, maka hal pertama yang harus kamu pahami adalah resiko orang ngutang sama kamu akan jadi lebih gede. Soalnya pas kamu jadi karyawan ada orang mau hutang, kamu tinggal jawab uangnya cuma cukup untuk kehidupan sehari-hari. Nah sekarang coba bayangin posisinya kamu adalah seorang pedagang yang punya banyak barang dagangan dan setiap hari terlihat ada pemasukan. Yang ada orang malah jadi makin tega ngutang sama kamu. Kalau nggak ngutang duit, ya mereka akan ngutang barang dagangan kamu. Hal kayak ginilah yang bikin banyak pedagang itu bangkrut prematur. Karena baru jalan dikit aja udah diutangin sana-sini.

 

Dikomplain

Kalau nih kamu bisa lolos dari jebakan utang tetangga-tetangga kamu, hal kedua yang harus kamu perhatiin dalam hal berjualan itu adalah komplain dari pelanggan. Kalau kamu udah berdagang mandiri, maka kamu harus menghadapi sendiri semua komplain yang ditujukan kepada kamu. Kamu udah nggak punya lagi atasan yang bisa dijadiin tameng ketika ada komplain dari konsumen. Dan kamu juga udah nggak bisa ngelimpahin kesalahan kepada bawahan kamu seperti ketika kamu kerja jadi karyawan dulu. Karena semua komplain dan keluhan akan ditujukan langsung kepada kamu sebagai pemilik usaha. Tapi biasanya sih kalau ada pembeli komplain itu karena mereka mau...

 

Nawar Harga

Ya gitu deh strategi pembeli yang sebenernya udah ketebak tapi tetep aja nyebelin. Kalau pedagang itu sebisa-bisanya bakalan mengangkat produk yang mereka jual, maka kebalikannya pembeli akan berusaha ngejatuhin barang yang mereka ingin beli. Tujuannya sih ya biar dapet potongan harga, tapi caranya itu lho kadang lebih tega dan nyakitin daripada ketika pacar kamu minta putus. Hal kayak gini bisa terjadi karena salah kaprahnya pola pikir masyarakat di Indonesia yang menganut dasar bahwa pembeli itu adalah raja. Dan raja itu adalah tega.

 

Digodain

Kalau kamu selama berdagang nggak ada yang nawar harga barang yang kamu jual, bukan berarti kamu aman lho. Karena kalau orang nggak nawar harga barang kamu, itu artinya fokus mereka bukan pada barang dagangan kamu. Perhatian mereka mungkin malah teralihkan kamu sebagai penjualnya. Nah kalau pembeli kamu udah terpikat sama kamu, ya siap-siap aja kamu digodain. Barang dagangan kamu mah cuma jadi lewatan doang biar bisa ngobrol sama kamu. Terus jangan kamu pikir yang beresiko digodain itu cuma pedagang-pedagang perempuan aja lho ya. Karena kalau kamu itu laki-laki terus ngiderin sayur di komplek dan badan kamu bagus, ya siap-siap aja digodain sama ibu-ibu komplek.
Ninih penjual getuk cantik

 

Resiko

Banyak orang yang kepengen berdagang sendiri itu karena terpikat sama keuntungannya yang konon katanya lebih gede daripada jadi karyawan. Tapi banyak yang nggak sempet kepikiran juga bahwa untuk jadi seorang pedagang yang sukses itu butuh waktu dan perjuangan bertahun-tahun. Nggak bisa instant setahun dua tahun. Nah selama kamu belum sukses inilah akan muncul yang namanya resiko terhadap barang dagangan kamu. Kalau kamu jual makanan terus nggak laku, ya berarti siap-siap aja ntar makanannya busuk terus dibuang. Kalau kamu jualan produk jadi terus nggak laku, ya berarti siap-siap aja duit kamu nyangkut di situ dan kamu musti nyari tambahan modal kalau mau pengen dagang yang lainnya.

Ya intinya sih keuntungan dalam berdagang itu memang bisa memandirikan kamu secara finansial, tapi prosesnya nggak bisa cepet dan resikonya juga gede. Terus artikel ini dibuat bukan berarti pengen njatuhin mental kamu yang pengen berwirausaha sendiri. Tapi lebih ke ngasih tau kamu tantangan-tantangan apa aja yang bakal kamu hadapain di medan perdagangan nantinya. Dengan harapan kamu tau rintangannya, terus kamu cari jalan keluarnya sehingga sewaktu kamu berdagang nanti kamu bisa menjadi pedagang yang sukses.

Source:
http://malesbanget.com/2015/02/kadang-kamu-gak-sadar-kalau-orang-jualan-mengalami-beberapa-hal-berikut-ini/